BRMP DIY Dorong Percepatan Program Strategis Kementan di Kabupaten Sleman
SLEMAN - (29/08/2026) BRMP DIY mendorong percepatan pelaksanaan Program Strategis Kementerian Pertanian di Kabupaten Sleman melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi dengan penyuluh serta pemangku kepentingan terkait.
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Strategis Kementerian Pertanian yang berlangsung di Sahitya Hall, Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sleman. Kegiatan diikuti Kepala BRMP DIY, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, jajaran penyuluhan Provinsi DIY dan Kabupaten Sleman, Koordinator Penyuluh BPP Wilayah I–VIII, Liaison Officer LTT Sleman, serta penyuluh pertanian se-Kabupaten Sleman.
Rakor fokus pada Pola Modernisasi Pertanian–Advanced Agriculture System (PM-AAS), khususnya finalisasi database Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) bantuan benih dan pupuk bersubsidi.
Kepala BRMP DIY, Dr. Soeharsono, S.Pt., M.Si., mengapresiasi kinerja penyuluh Sleman dalam mendampingi petani. Ia menekankan pentingnya penyuluh memiliki database pertanian wilayah binaan yang lengkap dan selalu diperbarui, sehingga program dapat dilaksanakan secara tepat sasaran.
“Penyuluh harus punya database pertanian di wilayah binaan yang selengkap-lengkapnya,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dibahas penguatan penerapan PM-AAS melalui inovasi dan teknologi pertanian, termasuk penggunaan Atabela, efisiensi penggunaan benih, pengelolaan air, serta penerapan pertanian ramah lingkungan berbasis mikroba.
Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman menyatakan dukungannya terhadap program strategis Kementan, termasuk pengembangan demplot PM-AAS di Kalurahan Margodadi, Seyegan seluas 2 hektare. Penyuluh juga didorong untuk terus memperbarui data LTT, e-RDKK, e-Banper, dan PM-AAS serta memastikan validitas data petani dan polygon lahan wilayah binaan.
Rakor menghasilkan beberapa kesepakatan, yaitu finalisasi database CPCL bantuan benih dan pupuk, pembaruan proposal melalui e-Banper, serta dukungan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan PM-AAS.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat penerapan pertanian modern dan mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Sleman.